Sejarah Radio di Indonesia

Sejarah Radio di Indonesia

Jusuf Ronodipuro, pengucap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Radio Republik Indonesia (RRI)

Siaran Jusuf inilah yang akhirnya banyak didengar orang di seluruh pelosok Indonesia dan dunia. Membuat para pendengar tahu bahwa hari itu Indonesia telah bebas merdeka. Proklamasi yang dibacakan ulang oleh Jusuf membuat dunia tahu bahwa telah lahir sebuah bangsa baru yang berdaulat penuh, bernama Indonesia.

Jusuf juga pencipta slogan RRI “Sekali di udara, tetap di udara”

16 Juni 1925, radio pertama kali mulai mengudara di Indonesia

Waktu itu terbentuk radio milik Hindia Belanda mesih bernama Bataviase Radio Vereniging atau BRV. Sejak itu muncul badan-badan radio siaran lainnya di Indonesia seperti Nederlandsch Indische Radio Omroep Masstchapy atau NIROM di Jakarta, Bandung dan Medan. Kemudian ada Mataramse Verniging Voor Radio Omroep di Yogyakarta dan lain-lain.

Di era 1980 an muncul sandiwara atau drama radio

kalian yang mengalami masa kecil dan remaja di era 1980 an hingga awal 1990 tentu ingat dengan kalimat pengantar ini:

“Ferry Fadly sebagai Brama Kumbara dan Elly Ernawati sebagai Dewi Mantili.”

Itulah salah satu pembukaan sebelum drama radio Saur Sepuh diperdengarkan di stasiun radio. Beberapa sandiwara radio popular di masyarakat bahkan diangkat ke layar lebar seperti Saur Sepuh, Misteri Gunung Merapi, Tutur Tinular, Brama Kumbara, Ibuku Sayang Ibuku Malang, dan masih banyak judul lagi.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Current track

Title

Artist